Selamat Datang di Website Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tengah!     

Kawasan Sungai Palu

Kawasan Sungai Palu merupakan kawasan suaka alam dengan tipe ekosistem lahan basah (wetland). Kawasan ini merupakan salah satu benteng pertahanan terakhir sistem penyangga kehidupan di Provinsi Prov. Sulawesi Tengah. Prioritas tujuan pengelolaan Kawasan Sungai Palu adalah dijadikan sebagai pusat pendidikan konservasi lahan basah.

DISKRIPSI KAWASAN

Letak Geografis dan Administratif

Kawasan Sungai Palu secara administratif terletak pada 106° 43"-106° 48" BT dan 6° 06"-6° 10" LS. Sedangkan secara administratif masuk wilayah Kelurahan Kapuk Muara dan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Kodya Sulawesi Tengah Utara, Prov. Sulawesi Tengah.

Sejarah, Status dan Luas

Kawasan Sungai Palu pertama kali ditetapkan sebagai cagar alam dengan keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 24 tanggal 18 Juni 1939 seluas 15,40 Ha. Taman Nasional Muara Angke dikukuhkan sebagai suaka margasatwa berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 097/KPTS-II/98, dengan luas areal 25,02 Ha.

Batas Kawasan

Batas Kawasan Sungai Palu adalah di sebelah utara berbatasan dengan Hutan Lindung Hutan Adat CA Morowali, sebelah timur dengan Sungai Angke dan perkampungan nelayan Muara Angke, sebelah selatan dengan areal PT Mandara Permai (Pantai Indah Kapuk) dan di sebelah barat dengan Perumahan Pantai Indah Kapuk.

Potensi Flora dan Fauna

Kawasan Kawasan Sungai Palu memiliki 4 (empat) tapak berbeda, yaitu dominasi Rhizophora, namun dominasi rumput dan semak belukar merupakan daerah terluas di kawasan ini. Tapak tanah kering (semak belukar) dapat dijumpai di sebelah barat sepanjang Sungai Angke yang memiliki ciri khas tumbuhan pembeda dengan tapak lainnya seperti Ketapang (Terminalia catappa), Akasia (Acacia auriculiformis), Kelapa (Cocos nucifera), dan lain-lain. Jenis fauna mamalia yang ada hanya dijumpai Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Potensi jenis Aves di kawasan ini yang berdekatan dengan hutan lindung sekitar 17 individu jenis yang dilindungi, 10 jenis burung migran, dan 50 jenis burung menetap. Jenis reptil yang dapat dijumpai adalah Kura-kura, Biawak (Varanus salvator), Ular Welang (Bungarus fasciatus), Ular Daun (Dryopis), dan lain-lain. Biota perairan dijumpai jenis ikan Sapu-sapu (Hypotamus), Gabus (Ophiocephalus striatus), dan lain-lain yang jumlahnya sudah sangat sedikit.

Aksesibilitas

Kawasan Sungai Palu dapat ditempuh melalui jalan darat dari terminal Kampung Rambutan dimana tersedia bis umum yang menuju Muara Angke. Setelah sampai di Muara Karang, tepatnya di pintu gerbang Perumahan Pantai Indah Kapuk (PIK) pengunjung dapat memanfaatkan jasa ojek atau jalan kaki sejauh kurang lebih 500 meter.

Sarana Dan Prasarana

Guna menunjang kegiatan pengawasan dan pengamanan terhadap kawasan Taman Wisata Alam diperlukan adanya sarana dan prasarana yang cukup memadai. Kurangnya fasilitas sarana dan prasarana yang tersedia akan mengganggu kelancaran pelaksanaan tugas di lapangan. Saat ini, fasilitas sarana dan prasarana yang terdapat pada kawasan Kawasan Sungai Palu adalah jalan papan (843 meter), speed boat, pusat informasi, pos jaga, dan shelter.

Loading tweets ...