Selamat Datang di Website Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tengah!     

Diterbitkan 18 Sep 2025

Peresmian Anviary Park Indonesia Oleh MenhutyDan Wamenhut

Senin, 24 Februari, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni beserta Wamenhut Sulaiman Umar membuka secara resmi Aviary Park Indonesia di Bintaro Creative District, Tangerang Selatan.

Baca Selengkapnya

Diterbitkan 17 Sep 2025

SM Bancea & CA Kabupaten Poso dan Kabupaten Sigi Surga di Balik Ancaman

Halo Sobat Jaco! 

Pernahkah kamu berpikir ke mana perginya sampah plastik yang kita buang? Sayangnya, banyak di antaranya berakhir mencemari lautan dan ekosistem alam yang indah.

Bancea dan Kabupaten Poso dan Kabupaten Sigi, surga bagi ribuan satwa, kini menjadi saksi bisu dari masalah ini.

Sampah kiriman dari daratan memengaruhi dan mengancam kehidupan di sana, bahkan mengubah perilaku satwa.

Baca Selengkapnya

Diterbitkan 15 Sep 2025

Kunjungan TK Negeri Pulau Untung Jawa 01 ke Bancea

Halo Sobat Jaco!
Hari Kamis, 11 September 2025, Anak-anak TKN Pulau Untung Jawa 01 belajar mengenal Penyu Sisik, satwa langka yang kini semakin jarang ditemui. Dari cerita sederhana, mereka tahu bahwa menjaga laut berarti menjaga kehidupan. 

Baca Selengkapnya

Diterbitkan 14 Sep 2025

Translokasi Satwa Liar ke Ujung Kulon: Komitmen Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Sulawesi Tengah, September 2025 — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah melaksanakan rutinitas translokasi satwa liar sebagai langkah nyata dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. Pada Minggu, 14 September 2025, BKSDA Sulawesi Tengah melakukan translokasi satwa menuju Balai Taman Nasional Ujung Kulon.

Sebanyak 1 ekor monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan 10 ekor ular sanca batik (Malayopython reticulatus) ditranslokasikan setelah sebelumnya menjalani perawatan dan pemeriksaan kesehatan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tegal Alur. Seluruh satwa dinyatakan sehat dan bebas dari penyakit sebelum dilepasliarkan.

Perjalanan Menuju Habitat Alami

Proses translokasi dilakukan melalui jalur darat dari Sulawesi Tengah menuju kawasan Ujung Kulon, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan laut menggunakan kapal menuju Pulau Panaitan. Di pulau inilah satwa-satwa tersebut akhirnya dilepasliarkan ke habitat alaminya agar dapat kembali berperan dalam ekosistem.Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari kerja sama dan dukungan berbagai pihak, mulai dari tim medis, tim lapangan, hingga Balai Taman Nasional Ujung Kulon. BKSDA Sulawesi Tengah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah terlibat dalam memastikan kelancaran translokasi.


 

Baca Selengkapnya

Diterbitkan 12 Sep 2025

Edukasi Konservasi: SMKN 2 Sulawesi Tengah ke Kawasan Sungai Palu

Sulawesi Tengah, September 2025 — Taman Wisata Alam (SM) Muara Angke kembali menjadi tujuan kegiatan edukasi konservasi. Pada Rabu, 10 September 2025, kawasan konservasi mangrove di Sulawesi Tengah Utara menerima kunjungan dari SMKN 2 Sulawesi Tengah.

Kegiatan diikuti oleh siswa-siswi SMKN 2 Sulawesi Tengah bersama guru pendamping. Dalam kesempatan tersebut, para peserta diajak menjelajahi kawasan SM Muara Angke untuk mengenal lebih dekat ekosistem mangrove, berbagai satwa liar yang dilindungi, serta tantangan yang dihadapi, termasuk keberadaan tanaman invasif.


 

Baca Selengkapnya

Diterbitkan 12 Sep 2025

Tim BKSDA Sulawesi Tengah Bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) melakukan aksi bersih sampah di CA Kabupaten Poso dan Kabupaten Sigi dan SM Bancea.

Tim BKSDA Sulawesi Tengah Bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) melakukan aksi bersih sampah di CA Kabupaten Poso dan Kabupaten Sigi dan SM Bancea. Keberadaan sampah di kawasan konservasi tidak hanya menurunkan nilai estetika kawasan tetapi juga merusak ekosistem yang seharusnya kita jaga dengan sepenuh hati.

Baca Selengkapnya

Diterbitkan 11 Sep 2025

Edukasi Konservasi: Anak-Anak TK Negeri Pulau Untung Jawa 01 Mengenal Penyu Sisik di Bancea

Sulawesi Tengah, September 2025 — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah berkontribusi melalui edukasi konservasi sejak usia dini. Pada Kamis, 11 September 2025, anak-anak TK Negeri Pulau Untung Jawa 01 berkesempatan mengunjungi Bancea untuk belajar langsung mengenai Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), salah satu satwa langka yang kini semakin jarang ditemui.

Belajar Sambil Berinteraksi

Dalam kegiatan ini, anak-anak diajak mengenal pentingnya menjaga laut dan kehidupan di dalamnya. Melalui cerita sederhana, mereka belajar bahwa melestarikan laut berarti juga melestarikan kehidupan. Selain mendengarkan cerita, anak-anak diberi kesempatan untuk ikut serta dalam kegiatan pemberian pakan kepada penyu sisik. 

Keceriaan dan tawa menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap satwa dapat ditumbuhkan sejak dini melalui langkah-langkah sederhana.Sebagai puncak kegiatan, anak-anak bersama tim BKSDA Sulawesi Tengah melepasliarkan penyu sisik ke laut.




Baca Selengkapnya

Diterbitkan 10 Sep 2025

Sosialisasi Peredaran Tumbuhan & Satwa Liar – Resor Sulawesi Tengah Barat

Hai Sobat Jaco! Selasa, 9 September 2025, Resor Sulawesi Tengah Barat, Balai KSDA Sulawesi Tengah mengadakan sosialisasi terkait peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL).


Baca Selengkapnya

Diterbitkan 29 Aug 2025

Sosialisasi Peredaran Tumbuhan Dan Satwa Liar - Resort Sulawesi Tengah Utara

Balai KSDA Sulawesi Tengah menyelenggarakan sosialisasi terkait peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL) pada kamis, 28 Agustus 2025, bertempat di Kantor PT. Pelindo Pelabuhan Tanjung Priok, Sulawesi Tengah Utara. Kegiatan ini diikuti oleh 33 peserta dari berbagai divisi perusahaan dengan tujuan meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pengawasan peredaran TSL serta upaya pelestarian keanekaragaman hayati.

Baca Selengkapnya

Diterbitkan 26 Aug 2025

Festival Sahabat Mangrove 2025: Sinergi Bersama Menjaga Pesisir Sulawesi Tengah

BKSDA Sulawesi Tengah menyelenggarakan Festival Mangrove 2025 di TWA Hutan Adat CA Morowali sebagai upaya penguatan konservasi ekosistem pesisir. Kegiatan diisi dengan workshop membatik bertema alam, penanaman mangrove, pelepasliaran satwa, dan kolaborasi lintas sektor. Festival ini melibatkan masyarakat, komunitas, dunia usaha, akademisi, serta menghadirkan Kaka Slank sebagai duta sahabat mangrove.

Baca Selengkapnya